Latest News

Monday, 5 October 2015

Penyebab Kelainan Seks Terangsang dengan Manekin

Penyebab Kelainan Seks Terangsang dengan Manekin

Jika Anda pembaca setia Sooperboy tentu ingat dengan artikel yang pernah kami sajikan yang mengulas tentang seorang pria bernama Davecat yang memilih menikah dengan dua buah manekin berwujud wanita dengan nama Elena Vostrikova dan Sidore Kuroneko ketimbang dengan manusia.
Davecat menjadi bagian sekelumit kisah dari banyaknya pria yang terobsesi berhubungan seks dengan manekin hingga memutuskan untuk hidup bersama boneka yang juga dialami oleh beberapa orang pria di berbagai belahan dunia. Anehnya, pria-pria ini terobsesi dengan manekin hingga memperlakukan bonekanya tersebut seperti layaknya wanita hidup. Pria dengan keanehan ini memiliki kelainan seks yang disebut Agalmotophilia.
Dilansir dari Psychology Today, Agalmatophilia adalah kelainan seks yang pelakunya terangsang saat melihat patung, boneka, manekin atau benda lainnya yang memiliki bentuk mirip dengan tubuh manusia. Perilaku menyimpang ini bisa terjadi dalam aktivitas mulai dari melakukan kontak seksual dengan boneka atau manekin, berfantasi dengan benda tersebut atau berfantasi mengubah dirinya menjadi seperti boneka atau manekin. Ngeri!
Tak hanya sampai di sini, selidik punya selidik, kelainan ini biasanya juga mengalami penyimpangan pygmalionism, yaitu terobsesi dengan sebuah benda hasil karyanya sendiri. Kelainan ini pertama kali diidap oleh seorang pematung Yunani yang juga bernama Pygmalion yang jatuh cinta dengan patung buatannya sendiri.
Dalam mitologi Yunani, setelah melihat wanita menjual dirinya sendiri, Pygmalion jadi kehilangan daya tarik seksual pada wanita. Dia pun jadi melihat patung buatannya menjadi seperti nyata dan jatuh cinta pada benda tersebut.
Tak sembarang mengeluarkan pendapat tentang kelainan ini, sebuah bukti ilmiah lainnya pertama kali didokumentasikan secara akademis oleh Richard Von Krafft-Ebbing dalam tulisannya berjudul Psychopathia Sexualis yang ia tulis pada tahun 1877. Dalam tulisannya itu, Krafft-Ebing menceritakan kasus seorang tukang kebun pria yang jatuh cinta pada patung Venus de MIlo dan kedapatan melakukan aktivitas seks dengan patung tersebut.
Bayangkan pada tahun-tahun itu saja kasus kelainan Agalmatophilia terlihat mudah ditemui, apalagi kini telah memasuki tahun 2015?  Tak sampai disitu seorang Dr. bernama Brenda Love pada tahun 2005 menuliskan dalam bukunya yang berjudul ‘Cat-fighting, eye-licking, head-sitting and statue-screwing’, mengenai dua kasus pria yang terobsesi secara seksual pada patung, boneka atau manekin.
Dalam kasus pertama, seorang pria 34 tahun yang saat usia 12 tahun terobsesi dengan patung seukuran manusia di museum. Dia pun membeli dua patung kecil yang ditemuinya saat berjalan-jalan di pertokoan. Dan sejak saat itu, dia rutin melakukan masturbasi dengan dua patung tersebut. Dan pada saat Dr. Love merampungkan tulisannya pria ini telah berusia 22 tahun dan masih saja melakukan aktivitas seks dengan patung tersebut bahkan setelah menikah ia tak mampu meninggalkan kelainannya ini.
Pada kasus kedua yang ia selidiki merujuk pada seorang stylish manekin yang terangsang setiap kali dihadapkan pada sebuah manekin tanpa busana. Ternyata ada sebuah kasus yang melatar belakangi kelainannya ini. Stylist tersebut pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kecilnya di mana dia dipaksa untuk melakukan oral seks pada pria sambil duduk di atas sebuah manekin.
Dalam bukunya, Dr. Brenda Love juga mengungkapkan bentuk lain dari Agalmatophilia, yaitu pseudo-agalmatophilia. Kelainan tersebut ditemukannya pada komunitas sadomasokis di mana beberapa pelaku sadomasokis menyuruh pasangan seksualnya untuk berpura-pura menjadi patung atau manekin.

No comments:

Post a Comment

Tags

Recent Post