Latest News

Sunday, 4 October 2015

3 Dampak Buruk Bawa Ponsel Ke Tempat Tidur

Ponsel adalah salah satu benda yang selalu dicari dan digunakan saat sebelum dan sesudah tidur. Entah untuk melihat jam, mengecek chatting-an atau timeline jejaring sosial. Mulai dari pagi hingga matahari terbenam, ponsel selalu ada di genggaman bahkan sesaat sebelum beranjak tidur benda satu ini masih saja setia menemani di atas tempat tidur. 

Namun, perlu Anda ketahui jika ponsel memilik dampak buruk bagi kesehatan jika terus-terusan dibiarkan menyala dan diletakkan di samping Anda saat tidur. Inilah dampak buruk bagi kesehatan jika Anda membawa ponsel ke tempat tidur, sebagaimana dilansir dari laman sooperboy : 

1. Mengakibatkan insomnia 

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Stony Brook University, sebanyak 70 persen remaja di Amerika Serikat memiliki kebiasaan tidur dengan tetap mengaktifkan ponsel dan meletakkannya di dekat mereka. Hal ini mempengaruhi kualitas tidur karena selalu ingin terus melihat jejaring sosial. 

Kebiasaan tadi tentu akan mengganggu waktu tidur Anda. Tubuh memerlukan jam istirahat yang baik maksimal 8 jam setiap harinya, jika hal ini terus terjadi maka akan mempengaruhi kinerja otak, mudah terkena obesitas, diabetes, penyakit jantung dan juga keluhan kesehatan lainnya. 

2. Gangguan ingin terus melakukan chatting 

Dr Marcus Schmidt seorang Pakar kesehatan tidur di Amerika Serikat, mengatakan 4 dari 5 remaja selalu membawa ponsel saat tidur dan hanya 1 dari 10 remaja yang benar-benar mematikan ponselnya saat tidur. 

Karena sudah kebiasaan tidur dengan ponsel aktif mereka tak bisa tidur nyenyak karena ini terus melakukan chatting. Gangguan ini merupakan salah satu gejala kecanduan teknologi. 

3. Gangguan mental 

Penelitian di Jepang mengungkapkan, mereka yana tidur membawa ponsel lebih rentan terhadap kecenderungan bunuh diri. Memang belum diketahui pasti hubungannya, tapi kurang tidur memang dapat memicu depresi yang merupakan salah satu pencetus kecenderungan bunuh diri. 

Terlebih karena penelitiannya dilakukan di Jepang, dimana faktor budaya juga berpengaruh karena angka bunuh diri di negara ini memang sangat tinggi.



No comments:

Post a Comment

Tags

Recent Post