Latest News

Thursday, 26 November 2015

Pentingnya Keseimbangan dalam Bekerja dan Kehidupan Pribadi

Ilustrasi keseimbangan
Bagi para pencari kerja, bekerja di perusahaan besar adalah impian. Namun setelah menjadi karyawan perusahaan besar yang diinginkan, kisah yang berbeda bisa terjadi.
Dalam sebuah artikel di Fast Company, ternyata perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan 
 Amazon termasuk perusahaan yang tingkat pergantian (turnover) karyawannya tinggi.
Menurut survei yang dilakukan Dice, banyak karyawan perusahaan teknologi yang mencari pekerjaan baru dengan pertimbangan utama keseimbangan bekerja dan kehidupan pribadi (work-life balance).
Forbes melansir, pekerjaan yang tidak ada habisnya bisa merusak hubungan dengan pasangan atau teman. Terlalu keras bekerja, diwartakan Merdeka, juga bisa menganggu kesehatan: depresi; stres; lebih cepat menua dan frustasi.

Agar Anda tidak tenggelam dalam tumpukan pekerjaan, Anda perlu keseimbangan. Anda perlu jujur terhadap diri Anda, apa yang menjadi prioritas dalam hidup Anda. Yang pasti, Anda perlu waktu untuk santai dan bersenang-senang.
Berikut tip yang dilansir Bustle agar hidup ini imbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Bergabung dengan kelompok olahraga
Anda perlu bergabung ke dalam kelompok olahraga yang membuat Anda bahagia. Bila Anda suka sepak bola, mungkin bisa bergabung ketika teman-teman Anda futsal. Jika suka bola basket, Anda bisa mengajak teman-teman SMA atau kuliah Anda untuk kembali main basket. Atau Anda bisa bergabung dengan klub lari dan mencoba gabung dengan kelompok yoga.

Kencan jadi prioritas
Anda menikah, pacaran, lajang bahagia atau sedang mencari cinta buatlah jadwal kencan atau sekadar ngopi-ngopi dengan seseorang yang membuat Anda bersemangat. Jadwal ini akan membuat Anda pulang tepat waktu dari kantor. Suasana hati tenteram dan membuat Anda lebih produktif di kantor.

Waktu untuk diri sendiri
Kesibukan tak pernah sirna: jadwal rapat yang padat, klien yang menelepon terus, tenggat pekerjaan sampai membalas puluhan surel (surat elektronik). Mulai dari sekarang, luangkan waktu untuk diri Anda sendiri. Walau hanya 30 menit, dua kali sepekan.
Anda bisa menggunakan waktu luang itu untuk melakukan apapun yang Anda suka. Aktivitas yang membuat Anda senang: Baca buku; berendam; membuat kue; memancing. Semua hal yang membuat Anda rileks. Jadwalkan "me time" ini seperti Anda membuat janji dengan bos atau klien.

Matikan telepon Anda
Anda bisa mencoba melepaskan diri dari telepon cerdas (smartphone). Segera matikan bila sampai rumah. Jangan menyalakannya sampai esok pagi. Bila Anda masih membutuhkan untuk keperluan pribadi, coba keluar (log out) dari surel kantor.

Olahraga adalah wajib
"Saya tidak memiliki waktu." Mungkin kalimat klasik itu kerap kita dengar dari kawan yang malas berolahraga. Padahal Anda tak perlu meluangkan waktu berjam-jam untuk berolahraga. Bisa hanya dengan lima menit tiap hari. Olahraga bisa mendongkrak energi, menurut Everyday Health. Olahraga juga meningkatkan kemampuan konsentrasi.

Jangan memaksakan diri
Pada akhirnya, kita semua hanya manusia. Kita tak bisa melakukan semua pekerjaan. Jadi hentikan memacu diri Anda untuk melakukan semuanya. Coba buat prioritas. Dengan prioritas, Anda bisa menemukan cara menyeimbangkan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan personal Anda.

No comments:

Post a Comment

Tags

Recent Post